Minggu, 20 Mei 2012

They Won't Give Up

Diambil dari Kisah Syahidnya Tiga Panglima perang Mu'tah

Bangunan Islam tegak pertama kali melalui usaha Rasul yang mulia, dimulai dengan masuknya manusia pilihan ke dalam dinul Islam satu demi satu, lalu mereka dihadapkan hidup di atas panasnya bara ujian dan di atas situasi yang sangat sulit. Dihadapannya batu penggiling yang menggiling dan melumat urat syaraf, dalam hidup dan nafas mereka. Mereka hidup di atas penderitaan dan kesulitan. Melalui situasi seperti inilah tergembleng mental elemen elemen pertama yang kuat yang menjadi penopang bagi tegaknya bangunan Islam yang pertama

Rasul sebagai pemimpin dakwah tegak berdiri menyeru manusia agar meyakini tauhid, tauhid dengan segala jenisnya. Dia mendidik dan menggembleng para pengikutnya bukan dengan cara teori dan kajian belaka, tapi mendidik dan menggembleng mereka meyakini prinsip tauhid secara amal melalui berbagai kejadian dan peristiwa. Dimana kejadian dan peristiwa yang mereka hadapi itulah yang menjadi ajang untuk membuktikan keyakinan mereka terhadap prinsip tauhid. Tak mungkin bagi generasi pertama yang menjadi sentral berhimpunnya umat Islam, diberi kekuasaan di atas dunia jika tidak di gembleng lebih dulu dengan berbagai kesulitan, ujian dan cobaan. Oleh karena itu, ketika Imam As Syafi’i ditanya , “mana yang lebih layak bagi seorang hamba diberi kekuasaaan atau diuji?” maka beliau menjawab, “tidak akan mungkin dia diberi kekuasaan hingga dia diuji lebih dahulu.”

Sabtu, 12 Mei 2012

Belajar Mencintai Dakwah


“Mulailah dengan membaca Bismillah.
Antara aku, kamu, dan mereka.
Hadapilah takutmu, canggungmu, juga mindermu.
Untuk mempersiapkan perjalanan ini.
Karena aku akan datang untukmu.
Teruslah berpegang pada tali agama.
Maka aku akan menyambutmu untuk selalu bersamamu.”



Teringat pertanyaan salah satu jama’ah pada Kajian suatu hari kurang lebih, “Ustadz, bagaimana jika dakwah tidak disertai dengan rasa semangat dan kecintaan?” saya sedikit terlupa dengan jawaban sang Ustadz, tapi kalau saya lihat lingkungan sekitar saya maka saya rasa mulai terjawablah pertanyaan tadi.

Minggu, 06 Mei 2012

Rapatkan Barisan, Kita Sambut Kemenangan




Apabila kita tengok keadaan Umat Islam sudah tak perlu ditanyakan kalau kita identik dengan keterbelakangan, kemiskinan, kebodohan dan sebagainya. Kita pun ‘hanya’ bisa membanggakan prestasi-prestasi generasi pendahulu kita terutama generasi Salaf yang di mana bisa berinteraksi langsung dengan Rosulullah shallalahu alaihi wasalam yang memegang kendali dan sebagian sudah dijamin bisa merasakan Jannah, dengan segala kemegahan istana-istananya, sejuk kebunnya.

Masa dimana Umat dipimpin oleh manusia sekaliber Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib (radhiallahu anhum) menghiasi lembar sejarah Umat sebagai Amir.

Minggu, 20 Mei 2012

They Won't Give Up

Diambil dari Kisah Syahidnya Tiga Panglima perang Mu'tah

Bangunan Islam tegak pertama kali melalui usaha Rasul yang mulia, dimulai dengan masuknya manusia pilihan ke dalam dinul Islam satu demi satu, lalu mereka dihadapkan hidup di atas panasnya bara ujian dan di atas situasi yang sangat sulit. Dihadapannya batu penggiling yang menggiling dan melumat urat syaraf, dalam hidup dan nafas mereka. Mereka hidup di atas penderitaan dan kesulitan. Melalui situasi seperti inilah tergembleng mental elemen elemen pertama yang kuat yang menjadi penopang bagi tegaknya bangunan Islam yang pertama

Rasul sebagai pemimpin dakwah tegak berdiri menyeru manusia agar meyakini tauhid, tauhid dengan segala jenisnya. Dia mendidik dan menggembleng para pengikutnya bukan dengan cara teori dan kajian belaka, tapi mendidik dan menggembleng mereka meyakini prinsip tauhid secara amal melalui berbagai kejadian dan peristiwa. Dimana kejadian dan peristiwa yang mereka hadapi itulah yang menjadi ajang untuk membuktikan keyakinan mereka terhadap prinsip tauhid. Tak mungkin bagi generasi pertama yang menjadi sentral berhimpunnya umat Islam, diberi kekuasaan di atas dunia jika tidak di gembleng lebih dulu dengan berbagai kesulitan, ujian dan cobaan. Oleh karena itu, ketika Imam As Syafi’i ditanya , “mana yang lebih layak bagi seorang hamba diberi kekuasaaan atau diuji?” maka beliau menjawab, “tidak akan mungkin dia diberi kekuasaan hingga dia diuji lebih dahulu.”

Sabtu, 12 Mei 2012

Belajar Mencintai Dakwah


“Mulailah dengan membaca Bismillah.
Antara aku, kamu, dan mereka.
Hadapilah takutmu, canggungmu, juga mindermu.
Untuk mempersiapkan perjalanan ini.
Karena aku akan datang untukmu.
Teruslah berpegang pada tali agama.
Maka aku akan menyambutmu untuk selalu bersamamu.”



Teringat pertanyaan salah satu jama’ah pada Kajian suatu hari kurang lebih, “Ustadz, bagaimana jika dakwah tidak disertai dengan rasa semangat dan kecintaan?” saya sedikit terlupa dengan jawaban sang Ustadz, tapi kalau saya lihat lingkungan sekitar saya maka saya rasa mulai terjawablah pertanyaan tadi.

Minggu, 06 Mei 2012

Rapatkan Barisan, Kita Sambut Kemenangan




Apabila kita tengok keadaan Umat Islam sudah tak perlu ditanyakan kalau kita identik dengan keterbelakangan, kemiskinan, kebodohan dan sebagainya. Kita pun ‘hanya’ bisa membanggakan prestasi-prestasi generasi pendahulu kita terutama generasi Salaf yang di mana bisa berinteraksi langsung dengan Rosulullah shallalahu alaihi wasalam yang memegang kendali dan sebagian sudah dijamin bisa merasakan Jannah, dengan segala kemegahan istana-istananya, sejuk kebunnya.

Masa dimana Umat dipimpin oleh manusia sekaliber Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib (radhiallahu anhum) menghiasi lembar sejarah Umat sebagai Amir.