Postingan

Rekonfirmasi

Gambar
Prinsip yang akan dibahas dalam tulisan kali ini sebenarnya berlaku secara umum. Namun, saat ini hanya akan saya beri beberapa contoh satu kasus. 

Mengenai Novel World War Z

Gambar
Masih teringat perbincangan terakhir sebelum meninggalkan Jakarta adalah dengan seorang pengemudi taxi online. Beliau tampak khawatir dengan perkembangan Corona dan menanyakan pendapat saya.  Saya dengan bodohnya menjawab yang intinya, "Covid ini tidak akan menjadi sesuatu yang serius Pak". Kemudian *Duar beberapa saat kemudian pasien Covid 19 pertama di Indonesia diumumkan dan jagat maya menggila.  Siapa yang memprediksi bahwa flu varian baru mampu membuat dunia kebingungan? (Ehem Bill Gates) Memaksa kita menunda haji, liga inggris, dota 2 Major, hingga moto GP. Membuat ratusan ribu orang dirumahkan dari pekerjaannya. Serta menyita ratusan trilliun dana APBN untuk menanggulangi dampak ekonominya. Flu dengan fatality rate *3% saja sudah membuat kita keteteran, lantas bagaimana jika secara kebetulan kita dilanda dengan virus yang lebih berbahaya? Virus yang mampu membuat orang mati hidup kembali dan menjadi agresif, sebut saja Zombie. Hal ini lah yang disaji...

Mengenai Manga Gantz

Gambar
Manga Gantz sama sekali bukan manga yang akan saya rekomendasikan kepada siapapun. Karena mengandung unsur (jujur saja) dewasa, gore yang berhasil membuat saya mual ingin muntah, dan unsur-unsur filosofis yang akan sangat sensitif bagi sebagian (baca: kebanyakan) orang. Jadi tidak perlu dan bahkan jangan baca manganya apabila tidak mau melihat hal-hal tersebut setelah membaca tulisan ini.

Mengenai Anime Monster (2004)

Gambar
*Disclaimer: Saya bukan “pecandu” anime, hanya tidak menolak anime yang bagus. Kenzo Tenma Anime Monster yang ditulis oleh Naoki Urasawa memang bukan anime dengan genre psikologi ataupun misteri ( dengan detektif ) yang cukup dikenal bila dibandingkan dengan milik Gosho Aoyama dengan Detective Conan ataupun Tsugumi Oba dengan Death Note. Latar yang cukup kompleks dan tidak adanya aksi ledak-ledakan ataupun karakter wanita yang menonjol mungkin menjadi salah satu penyebabnya. Anime ini muncul dalam rekomendasi setelah saya membaca beberapa komntar dalam sebuah forum yang mengatakan Kira (tokoh utama Death Note) bukan apa-apa dibandingkan dengan Johan Liebert (tokoh antagonis Monster). Anime ini mengambil latar belakang tahun 1990an di jerman yang kala itu baru saja bersatu pasca kejadian runtuhnya tembok Berlin memang bukan latar yang imajinatif seperti Dunia Ninja. Sepertinya kita harus sedikit mempelajari tentang kejadian tersebut, melihat-lihat peta Jerma...

Trans Semarang dari Poncol ke UNDIP

Bukan catatan perjalanan atau traveling. Hanya saja hari ini saya berkesempatan "main" ke Semarang. Saya berangkat dari Surabaya menggunakan kereta api Maharani kelas Ekonomi. Harga yang dipatok termasuk murah, hanya 49 ribu. Mungkin harga ini lebih murah daripada menggunakan bis. Jam keberangkatan dari st. Pasar Turi jam 06.00 pagi dengan tujuan akhir st. Semarang Poncol. (Kalau kereta api kertajaya berhenti di st. Semarang Tawang). Kebetulan saat perjalanan nomor bangku saya 13. Mungkin karena banyak orang yang percaya mengenai angka 13.  akhirnya hampir sepanjang perjalanan slot bangku yang berhadapan dengan nomor 14 kosong (padahal bangku lain cukup padat), sehingga saya tidak perlu beradu lutut dengan penumpang lain. Haha. Sebelumnya saya sudah janjian dengan teman di Semarang. Berhubung setibanya di st. Poncol dia tak bisa dihubungi bermodalkan peta dengan resolusi kecil dari IG trans semarang, web official yang entah kenapa tak bisa dibuka, dan info blog orang yang ...

Mengenai Komedi, Ketersinggungan, dan Kritik

Gambar
“We're laughing with you Sandy , not at you!” Bulan-bulan menjelang akhir tahun 2018 ini, sosial media cukup diramaikan mengenai suatu argumen dalam komedi. Sayangnya bukan karena seberapa lucu materi yang dibawakan, melainkan efek ketersinggungan yang ada setelahnya. Di satu sisi kita memiliki guyonan yang dibawakan standup comedian yang dituduh melakukan penistaan agama oleh kelompok yang beberapa tahun ini mendapatkan stempel “Sumbu pendek”. Di lain sisi kita memiliki guyonan yang dibawakan oleh salah satu calon presiden mengenai “Tampang Boyolali” yang tentu saja menjadi bahan kritik dari sebagian kelompok lawan politiknya. Tentu saja keduanya pasti beralasan tidak memiliki niatan untuk menyinggung salah satu pihak. Saya masih ingat sebagian orang yang mengatakan bahwa Ustad Abdul Somad menghina sunnah Nabi ketika ditanya kenapa beliau tidak menumbuhkan jenggot,  menurut beliau jenggotnya akan terlihat seperti “Jenggot tusuk sate”.

Mengenai Teroris dan Rohis

Gambar
“Aku percaya bahwa akan datang suatu hari dimana orang-orang dapat saling mamahami.” -Jiraiya 13 Mei 2018 publik dikagetkan oleh meledaknya tiga bom bunuh diri di tiga Gereja di Surabaya. Tak hanya itu peristiwa ini pun dilanjutkan oleh baku tembak, ledakan lain, dan beberapa penggerebekan terduga teroris. Pasca peristiwa sebagaimana kasus terorisme terdahulu, ruang-ruang opini publik pun dipenuhi dengan pembicaraan-pembicaraan mengenai revisi UU anti terorisme, keterkaitan pelaku dengan jaringan Al-Qaeda ataupun IS, dan juga upaya-upaya deradikalisasi. Saya sendiri tidak terlalu tertarik untuk terus mengikuti pembicaraan-pembicaraan itu. Terlebih mengenai bahasan upaya-upaya deradikalisasi pada jenjang siswa sekolah menengah pertama atau pun atas. Sudah semenjak dulu berulangkali digaungkan bahwa benih-benih radikalisasi ditanamkan melalui organisasi-organisasi Rohis (Rohani Islam) baik di tingkat SMA ataupun perguruan tinggi, bahkan SMP. Seperti biasa pula berbaga...