Sabtu, 31 Desember 2011

Teknologi Militer Negeri Khilafah

 Industri dan Teknologi Militer Negara Khilafah








Masa awal pemerintahan Islam, jihad sebagai metode mendasar penyebaran dakwah Islam telah menjadi bagian penting dari upaya membangun kekuatan Daulah Islam. Jihad adalah perang di jalan Allah untuk meninggikan kalimat Allah. Oleh sebab itu diperlukan persiapan baik logistik, formasi perang, strategi, komandan dan para pasukan serta persenjataan. Persenjataan mengharuskan adanya industri.
وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ ﴿٦٠﴾
“Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan unuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah, musuh kalian, dan orang-orang selain mereka yg tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya.” [Q.S. Al-Anfal: 60]

Sejarah, Prestasi dan Legitimasi Cita-Cita





Sejarah tidak selalu melahirkan seorang tokoh besar , justru kadang sejarah lahir
dari prestasi besar yang ditorehkan seorang tokoh. Sejarah kemenangan Islam di
Andalusia tidak melahirkan seorang tokoh bernama Thoriq bin Ziyad. Namun
sebaliknya, prestasi Thoriq bin Ziyad dan kematangannyalah-dengan izin Allahtelah
memasukkan Andalusia dalam catatsan sejarah sebagai tanah air kejayaan
Islam. Orang-orang besar dan para pahlawan yang lain demikian pula. Bagi mereka
apa yang telah mereka prestasikan dan bagi kita apa yang akan kita usahakan
meraihnya.

Prestasi adalah masalah ketepatan waktu. Setiap orang berhak bahkan harus untuk
mengisi waktunya dengan prestasi-prestasi yang dapat diusahakannya. Namun,
sejarah terlalu selektif dalam mencatat perstasi-prestasi tersubut. Sejarah ternyata
hanya tertarik untukmencatat prestasi-prestasi besar. Prestasi besar para pahlawan
akan dengan mudah kita temukan dalam kitab-kita besar sejarah, ensiklopedi dunia
dan nostalgia heroik anak manusia. Sedangkan prestasi-prestasi kecil, tempatnya
hanyalah di buku-buku otobiografi kecil, majalah-majalah temporal, atau buku-buku
usang di sudut-sudut perpustakaan.

Sabtu, 31 Desember 2011

Teknologi Militer Negeri Khilafah

 Industri dan Teknologi Militer Negara Khilafah








Masa awal pemerintahan Islam, jihad sebagai metode mendasar penyebaran dakwah Islam telah menjadi bagian penting dari upaya membangun kekuatan Daulah Islam. Jihad adalah perang di jalan Allah untuk meninggikan kalimat Allah. Oleh sebab itu diperlukan persiapan baik logistik, formasi perang, strategi, komandan dan para pasukan serta persenjataan. Persenjataan mengharuskan adanya industri.
وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ ﴿٦٠﴾
“Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan unuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah, musuh kalian, dan orang-orang selain mereka yg tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya.” [Q.S. Al-Anfal: 60]

Sejarah, Prestasi dan Legitimasi Cita-Cita





Sejarah tidak selalu melahirkan seorang tokoh besar , justru kadang sejarah lahir
dari prestasi besar yang ditorehkan seorang tokoh. Sejarah kemenangan Islam di
Andalusia tidak melahirkan seorang tokoh bernama Thoriq bin Ziyad. Namun
sebaliknya, prestasi Thoriq bin Ziyad dan kematangannyalah-dengan izin Allahtelah
memasukkan Andalusia dalam catatsan sejarah sebagai tanah air kejayaan
Islam. Orang-orang besar dan para pahlawan yang lain demikian pula. Bagi mereka
apa yang telah mereka prestasikan dan bagi kita apa yang akan kita usahakan
meraihnya.

Prestasi adalah masalah ketepatan waktu. Setiap orang berhak bahkan harus untuk
mengisi waktunya dengan prestasi-prestasi yang dapat diusahakannya. Namun,
sejarah terlalu selektif dalam mencatat perstasi-prestasi tersubut. Sejarah ternyata
hanya tertarik untukmencatat prestasi-prestasi besar. Prestasi besar para pahlawan
akan dengan mudah kita temukan dalam kitab-kita besar sejarah, ensiklopedi dunia
dan nostalgia heroik anak manusia. Sedangkan prestasi-prestasi kecil, tempatnya
hanyalah di buku-buku otobiografi kecil, majalah-majalah temporal, atau buku-buku
usang di sudut-sudut perpustakaan.