Sabtu, 25 Februari 2012

Oh Damaskus..........



Bismillah



Masih teringat jelas beberapa waktu lalu bagaimana aku terlena dalam indahnya Novel “Syair Cinta Pejuang Damaskus.” Dan bagaimana aku berdecak kagum pada betapa hebatnya Pedang Damaskus yang konon merupakan pedang tertajam di dunia yang merupakan hasil teknologi dari Ilmuan Islam pada masa itu. Serta teringat betapa kuatnya pasukan militer Sultan Salahuddin Al-Ayyubi yang berbasis di Damaskus (Syam, Suriah). Tapi tersentak diriku pada sore itu setelah membaca artikel persuasive mengenai saudara-saudara ku di Damaskus sana. Ya kekagumanku pada Damaskus tidak bisa membuat hatiku bergetar atas apa yang terjadi sekarang di sana.


Rasulullah Shallallah ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda, bahwa di bumi Syam (termasuk Suriah atau Syria serta Damaskus di dalamnya) akan senantiasa ada para pembela-pembela Islam. Disana akan senantiasa tegak hamba-hamba Allah Ta’ala yang selalu konsisten di atas agama-Nya, menjaga Syariat-Nya, serta berkorban demi izzah Dinul Islam. Di Syam akan senantiasa tegak para penolong-penolong agama Allah. Sejarah telah membuktikan kebenaran sabda Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam tersebut.

Dimana Air Matamu????

As-salamu Alaykum
Salam Sejahtera

Puja dan puji hanya milik Allah semata, Shalawat dan Salam semoga tercurah bagi junjungan kita, para sahabat, dan para pengikutnya....

Bismillahi Rahmanir Rohhim



"Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal."

Ini adalah definisi bagi orang-orang yang tingkat keimanannya mungkin sudah pasrah pada setiap apa yang sudah dituliskan oleh-Nya pada Kitab law mahfuz dimana setiap apa kejadian di dunia ini sudah tercantum di dalamnya. Mereka yang tidak segan-segan menangis, bertaubat, ingat pada kesalahanya apabila disebut Nama Allah, mereka yang sudah tidak peduli akan kenikmatan duniawi yang rasa takutnya hanya untuk Sang Illahi.

Jumat, 17 Februari 2012

Inikah Cinta??



“Ketika senyummu menggertarkan jiwa,
Ketika parasmu menjadi yang terindah di dunia,
Ketika kata-katamu lebih indah dari seribu alunan nada,
Ketika pandanganmu sejuk terasa.

Saat aku cemburu kau bersamanya,
Saat memilikimu adalah hal yang ku Cita,
Saat bersamamu adalah hal paling berharga,
Aku sempat yakin bahwa aku mencintaimu
………..”

Bismillah

Begitulah apabila Cinta sedang menggetarkan rasa,,,, Tak bisa dipungkiri jika kita mencoba membahas Cinta dan Hukum Hubungan Non-Mahram tidaklah bisa kita pisahkan dari hal yang biasa kita kenal dengan istilah “Pacaran”. Beberapa diskusi saya coba lakukan dengan beberapa teman tanpa bermaksud membahas pacaran, saya hanya membuka forum dengan tema kurang lebih ‘Fitrah rasa cinta’ dan ‘Hubungan Non-Mahram dalam Islam’ selalu saja ujung-ujungnya tak jarang menceritakan pengalaman pacarannya. 

Selasa, 14 Februari 2012

Galau




dakwatuna.com – Sahabat sekalian, akhir-akhir ini sering sekali kita dengar kata galau menjadi trend di kalangan remaja khususnya. Kata itu menjadi sebuah perwujudan gambaran karakter pemuda Indonesia saat ini, karena kata-kata yang berkembang ialah bukan kata optimis tapi malah pesimistis. Sehingga secara tidak langsung sebenarnya akan memberikan dampak pada yang mendengarnya. Contoh: bila saya bilang kepada Anda, jangan pikirkan gajah! Lalu apa yang terbayang di pikiran Anda? Gajah bukan? Sama bila kita bilang jangan galau, maka yang pertama terlintas di pikiran yang mendengar ialah galau, dan pada akhirnya akan mensugesti orang yang mendengarnya menjadi galau “beneran”.

Jumat, 10 Februari 2012

Penentu Kebenaran Bukan Jumlah Yang Membenarkanya



            Penentu Kebenaran Bukanlah Jumlah Orang Yang Membenarkannya




            Dalam banyak kalangan tidaklah sedikit orang yang beranggapan kebenaran diukur berdasarkan banyaknya orang yang mengatakan itu benar, dengan kata lain mereka menggunakan kuantitas sebagai pengukur kebenaran. Dan apabila ditanya, “Mengapa anda beranggapan demikian?” ,Sudah bisa ditebak jawabannya kurang lebih berbunyi, “Lho bukannya biasanya begitu?” atau, “Bukannya orang-orang berkata begitu?”.

            Demikianlah yang sering terjadi mereka menjalani hidupnya berdasarkan pandangan kebanyakan orang dan menolak segala perkara hanya karena yang mengikutinya adalah kaum minoritas, bukannya malah menampakkan ciri orang yang tak punya jati diri?
 Bahkan sikap seperti itu marak dijumpai pada orang yang beragama Islam, yang seharusnya bisa menjadi umat yang memberikan contoh kepada umat lainnya, “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh pada yang ma'ruf, dan mencegah yang mungkar, dan beriman kepada Allah....” (QS: Ali Imran 110)

Sabtu, 25 Februari 2012

Oh Damaskus..........



Bismillah



Masih teringat jelas beberapa waktu lalu bagaimana aku terlena dalam indahnya Novel “Syair Cinta Pejuang Damaskus.” Dan bagaimana aku berdecak kagum pada betapa hebatnya Pedang Damaskus yang konon merupakan pedang tertajam di dunia yang merupakan hasil teknologi dari Ilmuan Islam pada masa itu. Serta teringat betapa kuatnya pasukan militer Sultan Salahuddin Al-Ayyubi yang berbasis di Damaskus (Syam, Suriah). Tapi tersentak diriku pada sore itu setelah membaca artikel persuasive mengenai saudara-saudara ku di Damaskus sana. Ya kekagumanku pada Damaskus tidak bisa membuat hatiku bergetar atas apa yang terjadi sekarang di sana.


Rasulullah Shallallah ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda, bahwa di bumi Syam (termasuk Suriah atau Syria serta Damaskus di dalamnya) akan senantiasa ada para pembela-pembela Islam. Disana akan senantiasa tegak hamba-hamba Allah Ta’ala yang selalu konsisten di atas agama-Nya, menjaga Syariat-Nya, serta berkorban demi izzah Dinul Islam. Di Syam akan senantiasa tegak para penolong-penolong agama Allah. Sejarah telah membuktikan kebenaran sabda Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam tersebut.

Dimana Air Matamu????

As-salamu Alaykum
Salam Sejahtera

Puja dan puji hanya milik Allah semata, Shalawat dan Salam semoga tercurah bagi junjungan kita, para sahabat, dan para pengikutnya....

Bismillahi Rahmanir Rohhim



"Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal."

Ini adalah definisi bagi orang-orang yang tingkat keimanannya mungkin sudah pasrah pada setiap apa yang sudah dituliskan oleh-Nya pada Kitab law mahfuz dimana setiap apa kejadian di dunia ini sudah tercantum di dalamnya. Mereka yang tidak segan-segan menangis, bertaubat, ingat pada kesalahanya apabila disebut Nama Allah, mereka yang sudah tidak peduli akan kenikmatan duniawi yang rasa takutnya hanya untuk Sang Illahi.

Jumat, 17 Februari 2012

Inikah Cinta??



“Ketika senyummu menggertarkan jiwa,
Ketika parasmu menjadi yang terindah di dunia,
Ketika kata-katamu lebih indah dari seribu alunan nada,
Ketika pandanganmu sejuk terasa.

Saat aku cemburu kau bersamanya,
Saat memilikimu adalah hal yang ku Cita,
Saat bersamamu adalah hal paling berharga,
Aku sempat yakin bahwa aku mencintaimu
………..”

Bismillah

Begitulah apabila Cinta sedang menggetarkan rasa,,,, Tak bisa dipungkiri jika kita mencoba membahas Cinta dan Hukum Hubungan Non-Mahram tidaklah bisa kita pisahkan dari hal yang biasa kita kenal dengan istilah “Pacaran”. Beberapa diskusi saya coba lakukan dengan beberapa teman tanpa bermaksud membahas pacaran, saya hanya membuka forum dengan tema kurang lebih ‘Fitrah rasa cinta’ dan ‘Hubungan Non-Mahram dalam Islam’ selalu saja ujung-ujungnya tak jarang menceritakan pengalaman pacarannya. 

Selasa, 14 Februari 2012

Galau




dakwatuna.com – Sahabat sekalian, akhir-akhir ini sering sekali kita dengar kata galau menjadi trend di kalangan remaja khususnya. Kata itu menjadi sebuah perwujudan gambaran karakter pemuda Indonesia saat ini, karena kata-kata yang berkembang ialah bukan kata optimis tapi malah pesimistis. Sehingga secara tidak langsung sebenarnya akan memberikan dampak pada yang mendengarnya. Contoh: bila saya bilang kepada Anda, jangan pikirkan gajah! Lalu apa yang terbayang di pikiran Anda? Gajah bukan? Sama bila kita bilang jangan galau, maka yang pertama terlintas di pikiran yang mendengar ialah galau, dan pada akhirnya akan mensugesti orang yang mendengarnya menjadi galau “beneran”.

Jumat, 10 Februari 2012

Penentu Kebenaran Bukan Jumlah Yang Membenarkanya



            Penentu Kebenaran Bukanlah Jumlah Orang Yang Membenarkannya




            Dalam banyak kalangan tidaklah sedikit orang yang beranggapan kebenaran diukur berdasarkan banyaknya orang yang mengatakan itu benar, dengan kata lain mereka menggunakan kuantitas sebagai pengukur kebenaran. Dan apabila ditanya, “Mengapa anda beranggapan demikian?” ,Sudah bisa ditebak jawabannya kurang lebih berbunyi, “Lho bukannya biasanya begitu?” atau, “Bukannya orang-orang berkata begitu?”.

            Demikianlah yang sering terjadi mereka menjalani hidupnya berdasarkan pandangan kebanyakan orang dan menolak segala perkara hanya karena yang mengikutinya adalah kaum minoritas, bukannya malah menampakkan ciri orang yang tak punya jati diri?
 Bahkan sikap seperti itu marak dijumpai pada orang yang beragama Islam, yang seharusnya bisa menjadi umat yang memberikan contoh kepada umat lainnya, “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh pada yang ma'ruf, dan mencegah yang mungkar, dan beriman kepada Allah....” (QS: Ali Imran 110)