Minggu, 26 Agustus 2012

Merindu Ramadhan dan Merindu Kemenangan


I Win!!!!!!!


 Sebagai seorang Muslim sudah sepatutnya bahwa kita berbahagia menyambut Ramadhan jikalau kita malah ragu, kesal, galau, gelisah maka patutlah jika ada yang menanyakan kadar keimanan kita. Bagaimana tidak? Di bulan ini media-media yang kalanya berbau sekuleris dan hanya berisikan hiburan-hiburan baik yang membangun maupun tidak, menjadi sedikit lebih Islami. Masjid-masjid yang biasanya hanya ramai kala sholat Jum’at sekarang hampir tiap 5 waktu mencapai beberapa Shaff. Qur’an yang semula menjadi hiasan dirumah dan dibawa hanya pada saat kajian kini sering didengungkan tiap penghuni rumah. Kepedulian social pun meningkat dengan diadakannya bakti social, buka bersama di panti asuhan, shodaqoh mahupun infaq. 

Di bulan ini pula semangat perjuangan membela Al-Islam terasa semakin memuncak berbanding lurus dengan tradisi-tradisi yang mengisinya. Ramai orang berkata, “Mari kita sambut Ramadhan ini dengan suka cita” “Sebentar lagi tinggal menghitung hari kita akan mencapai kemenangan” “Saatnya kembali menjadi insan yang fitri saya mewakili segenap anggota partai A mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri” ataupun, “Di bulan ini kemerdekaan bangsa kita diraih, perang Badar yang berbuah kemenanganpun terjadi dibulan mulia ini, maka inilah moment kebangkitan Umat.”

Pemanasan Global Ancam Keberlangsungan Spesies di Kalimantan


Sayangnya dengan kondisi semacam ini, Kemenhut sulit menerapkan kebijakan sebagai bentuk pencegahan perusakan lebih lanjut.

sungai,kalimantan,borneoHutan tropis di hutan Kalimantan. (thinkstockphoto)
 
Suhu yang menghangat di Samudera Hindia dan tingginya frekuensi El Nino menyebabkan kondisi kering di hutan Kalimantan. Ini menyebabkan beberapa spesies terancam keberlangsungan hidupnya karena sulit beradaptasi dengan panasnya Bumi.

 

Minggu, 26 Agustus 2012

Merindu Ramadhan dan Merindu Kemenangan


I Win!!!!!!!


 Sebagai seorang Muslim sudah sepatutnya bahwa kita berbahagia menyambut Ramadhan jikalau kita malah ragu, kesal, galau, gelisah maka patutlah jika ada yang menanyakan kadar keimanan kita. Bagaimana tidak? Di bulan ini media-media yang kalanya berbau sekuleris dan hanya berisikan hiburan-hiburan baik yang membangun maupun tidak, menjadi sedikit lebih Islami. Masjid-masjid yang biasanya hanya ramai kala sholat Jum’at sekarang hampir tiap 5 waktu mencapai beberapa Shaff. Qur’an yang semula menjadi hiasan dirumah dan dibawa hanya pada saat kajian kini sering didengungkan tiap penghuni rumah. Kepedulian social pun meningkat dengan diadakannya bakti social, buka bersama di panti asuhan, shodaqoh mahupun infaq. 

Di bulan ini pula semangat perjuangan membela Al-Islam terasa semakin memuncak berbanding lurus dengan tradisi-tradisi yang mengisinya. Ramai orang berkata, “Mari kita sambut Ramadhan ini dengan suka cita” “Sebentar lagi tinggal menghitung hari kita akan mencapai kemenangan” “Saatnya kembali menjadi insan yang fitri saya mewakili segenap anggota partai A mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri” ataupun, “Di bulan ini kemerdekaan bangsa kita diraih, perang Badar yang berbuah kemenanganpun terjadi dibulan mulia ini, maka inilah moment kebangkitan Umat.”

Pemanasan Global Ancam Keberlangsungan Spesies di Kalimantan


Sayangnya dengan kondisi semacam ini, Kemenhut sulit menerapkan kebijakan sebagai bentuk pencegahan perusakan lebih lanjut.

sungai,kalimantan,borneoHutan tropis di hutan Kalimantan. (thinkstockphoto)
 
Suhu yang menghangat di Samudera Hindia dan tingginya frekuensi El Nino menyebabkan kondisi kering di hutan Kalimantan. Ini menyebabkan beberapa spesies terancam keberlangsungan hidupnya karena sulit beradaptasi dengan panasnya Bumi.