Minggu, 20 April 2014

Tentang UN 2014

                  Sebenarnya entah harus mulai dari mana untuk menulis tentang Ujian Nasional 2014 kemarin. Mungkin ada benarnya jika ujian pada tahun ini begitu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Terlebih saat ku lihat di social media terutama twitter. Bagi temen-temen yang belum lihat gimana keluhannya, cari Googling aja pasti bakal ketemu.

Aduh Gimana Nihhh

Mayoritas kawan-kawan kita mengeluhkan sulitnya mata pelajaran Ekonomi, Matematika, Kimia dan Fisika. Nah, mereka beralasan begitu karena ternyata soal yang keluar tahun ini berbeda dengan soal yang biasa kita-kita dapetin entah itu di lembaga bimbingan maupun pendalaman materi dari sekolah.

Ada lagi yang bilang kalau soal UN terutama matematika kemarin bertaraf Internasional karena mengadopsi soal dari PISA (Klik) ataupun setara dengan OSN (klik).

Hal itu pun telah ditanggapi menteri pendidikan kita bapak Mohammad Nuh dalam account twitter beliau @Mohammad_Nuh_ beliau menyatakan 5 point dari keluhan ratusan siswa.

1.Adik2 yg ikut , terima kasih atas respons tentang tingkat kesulitan soal.
2.Jika ada soal yg dirasa sulit, hal itu wajar karena selalu ada soal baru dalam setiap ujian. Ini salah 1 esensi   ujian.
3. Di tahun-tahun sebelumnya juga selalu ada siswa/i yg merasa kesulitan karena mendapat soal yg baru.

4.Soal baru adalah soal yg blm pernah adik-adik temui itemukan dalam soal-soal latihan.
5.Kami yakin soal baru tersebut dpt dikerjakan dg benar o/ adik2 yg sudah belajar tekun, meski dirasa sulit.

Jawaban yang datang dari bapak Menteri sangat mengecewakan sebagian pihak. Mungkin banyak yang sakit hati.

Bagi saya sendiri tingkat kesulitan pada Ujian Nasional kemarin masih dapat diterima. Eh bukan saya sombong atau menganggap soalnya mudah, untuk matematika sendiri hanya bisa jawab enam belas soal. (Karena untuk beberapa SKL memang sengaja tidak mempelajarinya.)

Harusnya yang berkata begini adalah mereka yang mempelajari intisari seluruh SKL. Jika tidak percaya coba buka buku dan cari lagi soal-soal UN kemarin. Pasti bisa. Toh tuduhan bahwa soal tidak sesuai SKL bagi saya ga benar.

Untuk soal yang disajikan-pun belum taraf internasional (eh). Kalau kalian pernah coba soal-soal di OSN atau EJU (Klik) maka soal kemarin masih dibawahnya. Karena saat coba soal-soal itu saya ga tau sama sekali maksudnya. Jangankan ngerti mah,,, bingung aja enggak.

Jika pada UN kemarin kalian bingung itu kan tandanya hampir mengerti.Untuk yang dari PISA masih sangat belum aplikatif dibandingkan dengan soal PISA untuk umur 15 tahun ke bawah.

Adalagi yang berkata akibat soal yang terlampau sulit akhirnya menomor duakan kejujuran dengan melihat bocoran kunci jawaban. Ini yang rada miris,,, kejujuran dilakukan hanya pada saat dia di zona aman. Begitu keluar....???

 Menurut kalian gimana???


Lulus ya...
20  April 2014

Sabtu, 12 April 2014

UN Jujur Hebat


           Ada yang menganggap UN itu akhir, ada pula yang beranggapan UN itu awal. 
Entah awal maupun akhir jika jujur kan lebih baik...

Jujur di sini bisa diartikan dengan jujur mengerjakannya sendirian tanpa bantuan-bantuan yang jelek bagi sebagian orang. Namun, jika diartikan jujur untuk tidak malu mengungkapkan metode apa yang kita pilih saat mengerjakan UN juga bisa.
Ga Gini Juga Kali

Sederhananya ya jika kita membeli dan memakai kunci jawaban, maka jujur saja tidak perlu ditutup-tutupi. “Ah ngawur kamu, kalau ketahuan pengawas kan bisa bahaya.”
Ya ga perlu juga beri tahu ke pengawas. Mereka kan Cuma bertugas meningkatkan kualitas, aksebilitas, dan kredibilitas penyelenggaraan Ujian Nasional.

Maksudnya coba jujur mulai dari diri sendiri. Kita malu atau enjoy dan bangga memakai kunci jawaban sekalipun hanya untuk pengangan. Kalau bangga sih Alhamdulillah, berarti saat menegrjakan ga dirundung rasa sesal.

Lalu selanjutnya jujur pada orang tua, kita lihat ekspresi orang tua saat kita memilih menggunakan kunci itu bagaimana? Misal,, “Bunda, sampai sekarang ananda ga bisa bagian ini. Kalau ananda pakai kunci jawaban bagaimana?”.

Biasanya orang tua bilang kalau kunci itu ga bisa dipercaya. Ya suguhin aja testimony dari para alumni yang pernah gunakan itu dan berhasil. Coba deh….

Minggu, 20 April 2014

Tentang UN 2014

                  Sebenarnya entah harus mulai dari mana untuk menulis tentang Ujian Nasional 2014 kemarin. Mungkin ada benarnya jika ujian pada tahun ini begitu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Terlebih saat ku lihat di social media terutama twitter. Bagi temen-temen yang belum lihat gimana keluhannya, cari Googling aja pasti bakal ketemu.

Aduh Gimana Nihhh

Mayoritas kawan-kawan kita mengeluhkan sulitnya mata pelajaran Ekonomi, Matematika, Kimia dan Fisika. Nah, mereka beralasan begitu karena ternyata soal yang keluar tahun ini berbeda dengan soal yang biasa kita-kita dapetin entah itu di lembaga bimbingan maupun pendalaman materi dari sekolah.

Ada lagi yang bilang kalau soal UN terutama matematika kemarin bertaraf Internasional karena mengadopsi soal dari PISA (Klik) ataupun setara dengan OSN (klik).

Hal itu pun telah ditanggapi menteri pendidikan kita bapak Mohammad Nuh dalam account twitter beliau @Mohammad_Nuh_ beliau menyatakan 5 point dari keluhan ratusan siswa.

1.Adik2 yg ikut , terima kasih atas respons tentang tingkat kesulitan soal.
2.Jika ada soal yg dirasa sulit, hal itu wajar karena selalu ada soal baru dalam setiap ujian. Ini salah 1 esensi   ujian.
3. Di tahun-tahun sebelumnya juga selalu ada siswa/i yg merasa kesulitan karena mendapat soal yg baru.

4.Soal baru adalah soal yg blm pernah adik-adik temui itemukan dalam soal-soal latihan.
5.Kami yakin soal baru tersebut dpt dikerjakan dg benar o/ adik2 yg sudah belajar tekun, meski dirasa sulit.

Jawaban yang datang dari bapak Menteri sangat mengecewakan sebagian pihak. Mungkin banyak yang sakit hati.

Bagi saya sendiri tingkat kesulitan pada Ujian Nasional kemarin masih dapat diterima. Eh bukan saya sombong atau menganggap soalnya mudah, untuk matematika sendiri hanya bisa jawab enam belas soal. (Karena untuk beberapa SKL memang sengaja tidak mempelajarinya.)

Harusnya yang berkata begini adalah mereka yang mempelajari intisari seluruh SKL. Jika tidak percaya coba buka buku dan cari lagi soal-soal UN kemarin. Pasti bisa. Toh tuduhan bahwa soal tidak sesuai SKL bagi saya ga benar.

Untuk soal yang disajikan-pun belum taraf internasional (eh). Kalau kalian pernah coba soal-soal di OSN atau EJU (Klik) maka soal kemarin masih dibawahnya. Karena saat coba soal-soal itu saya ga tau sama sekali maksudnya. Jangankan ngerti mah,,, bingung aja enggak.

Jika pada UN kemarin kalian bingung itu kan tandanya hampir mengerti.Untuk yang dari PISA masih sangat belum aplikatif dibandingkan dengan soal PISA untuk umur 15 tahun ke bawah.

Adalagi yang berkata akibat soal yang terlampau sulit akhirnya menomor duakan kejujuran dengan melihat bocoran kunci jawaban. Ini yang rada miris,,, kejujuran dilakukan hanya pada saat dia di zona aman. Begitu keluar....???

 Menurut kalian gimana???


Lulus ya...
20  April 2014

Sabtu, 12 April 2014

UN Jujur Hebat


           Ada yang menganggap UN itu akhir, ada pula yang beranggapan UN itu awal. 
Entah awal maupun akhir jika jujur kan lebih baik...

Jujur di sini bisa diartikan dengan jujur mengerjakannya sendirian tanpa bantuan-bantuan yang jelek bagi sebagian orang. Namun, jika diartikan jujur untuk tidak malu mengungkapkan metode apa yang kita pilih saat mengerjakan UN juga bisa.
Ga Gini Juga Kali

Sederhananya ya jika kita membeli dan memakai kunci jawaban, maka jujur saja tidak perlu ditutup-tutupi. “Ah ngawur kamu, kalau ketahuan pengawas kan bisa bahaya.”
Ya ga perlu juga beri tahu ke pengawas. Mereka kan Cuma bertugas meningkatkan kualitas, aksebilitas, dan kredibilitas penyelenggaraan Ujian Nasional.

Maksudnya coba jujur mulai dari diri sendiri. Kita malu atau enjoy dan bangga memakai kunci jawaban sekalipun hanya untuk pengangan. Kalau bangga sih Alhamdulillah, berarti saat menegrjakan ga dirundung rasa sesal.

Lalu selanjutnya jujur pada orang tua, kita lihat ekspresi orang tua saat kita memilih menggunakan kunci itu bagaimana? Misal,, “Bunda, sampai sekarang ananda ga bisa bagian ini. Kalau ananda pakai kunci jawaban bagaimana?”.

Biasanya orang tua bilang kalau kunci itu ga bisa dipercaya. Ya suguhin aja testimony dari para alumni yang pernah gunakan itu dan berhasil. Coba deh….