Selasa, 16 Agustus 2016

Merasa Benar Sendiri


Ketika saya memilih suatu jawaban dalam soal pilihan ganda, tentunya saya akan
memilih jawaban A (misalnya) dikarenakan menurut perhitungan, ingatan, dan analisa
saya jawabannya adalah A. Pastinya saya yakin dan merasa jawaban yang benar adalah A.
Tidak mungkin saya memilih jawaban A karena didasarkan 'merasa salah' ataupun hanya ingin berbeda kan?

Di tempat yang mengusung kebebasan berbicara, apabila saya melihat teman saya menjawab B
tentunya saya berhak menjelaskan pada teman saya dengan perhitungan, ingatan, dan analisa saya
bahwa jawaban yang benar adalah A.

Tentu saya tidak berhak menyerobot LJK teman saya tadi dan mengganti jawabannya menjadi A.
Tapi sayangnya, saya tidak memiliki kunci jawaban dari Dosen bahwa jawaban yang benar adalah A.


Sumber gambar : http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000007581627/agan-tau-ljk-inilah-tips-menghindari-kesalahan-menjawab-tips-ujian-pic/

Senin, 11 Juli 2016

Ekosentris


Perubahan lingkungan yang membawa dampak negatif terhadap bumi kita diakibatkan oleh permintaan berlebih manusia terhadap alam ini dan kemudahan dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Sederhananya manusia memandang objek selain dirinya sebagai pemenuh kebutuhan hidupnya.

Dahulu kala berkembang kepercayaan animisme yang memercayai bahwa objek selain manusia memiliki kehidupan.
“kepercayaan kepada roh yang mendiami semua benda (pohon, batu, sungai, gunung, dan sebagainya)”
-        Kbbi.web.id

Bukan hendak berbicara ini salah atau benar. Manusia mempercayai bahwa kehidupan yang mendiami adalah roh yang memiliki keistimewaan tertentu. Melalui kepercayaan seperti ini manusia menempatkan dirinya berada di bawah sistem tersebut. Oleh karena itu tidaklah berlebihan jika dahulu seringkali ditemukan ritual-ritual pemberian sajian tertentu.

Menganggap suatu objek atau sumber daya memiliki kekuatan tertentu, jangankan untuk memanfaatkan sumber daya tersebut bersikap terhadapnya-pun harus sangat berhati-hati.

Seiring berjalannya waktu manusia mengerti bahwa mereka memiliki superioritas terhadap objek lain di muka bumi. Menganggap dirinyalah yang memiliki hak untuk hidup di muka bumi. Egosentris, sebuah ke-ego-isan. 
Kelud

Hingga pada akhirnya dunia tersadar melalui (salah satunya) buku Silent Spring karya Rachel Carson yang menggambarkan dampak negative pestisida terhadap ekositem air dan tanah. Ego yang pada asalnya ditujukan untuk kesejahteraan manusia tersebut justeru berdampak buruk pada manusia sendiri.


Lalu dimanakah manusia harus menempatkan dirinya?
Di bawah ‘alam’, di atas ‘alam’, atau sejajar dengan ‘alam’?

Sabtu, 25 Juni 2016

Environment Festival 2016


HIMPUNAN MAHASISWA ILMU DAN TEKNOLOGI LINGKUNGAN UNAIR proudly presents:

[ENVIRONMENT FESTIVAL 2016]
LKTI NASIONAL 2016
Tingkat SMA/MA/SMK dan PTN/PTS
"Energi Alternatif Terbarukan untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals 2030"


Permasalahan dan kerusakan lingkungan akibat penggunaan bahan bakar fosil yang semakin meningkat dapat diminimalisir dengan mengganti sumber energi dengan alternatif lain. Pengembangan sumber energi alternatif diharapkan menghasilkan energi yang dapat digunakan dalam jangka panjang, serta mampu mengurangi pencemaran dan polusi yang dapat merusak lingkungan. Pengembangan sumber energi alternatif terbarukan juga akan mendukung terwujudnya salah satu goals dari SDGs (Sustainable Development Goals) 2030.

Kalian Pemuda Indonesia? Punya ide bagaimana mewujudkan salah satu goals dari SDGs? Kami siap menampung ide-ide kreatifmu. Segera daftarkan diri kalian!

Timeline:
30 Mei - 10 Agt 2016 Pengiriman abstrak
17 Agt 2016 Pengumuman tahap semifinal
20 Agt 2016 Batas konfirmasi pembuatan KTI
17 Agt - 15 Sep 2016 Pengumpulan dan pembayaran KTI
30 Sep 2016 Pengumuman tahap babak Final
29 Okt 2016 Presentasi 10 besar
30 Okt 2016 Pameran karya

Biaya pendaftaran:
1. Pengiriman tahap Gagasan tidak dipunggut biaya apapun
2. Peserta yang lolos tahap KTI melakukan biaya pendaftaran Rp. 150.000

Total Hadiah:
1. Jutaan Rupiah
2. Trophy
3. Sertifikat
4. KTI diterbitkan di Jurnal Nasional

Hasil penilaian 20 karya terbaik (10 dari mahasiswa dan 10 dari siswa) akan dipresentasikan kepada dewan juri dan dipamerkannya pada Pameran Karya Ilmiah di Universitas Airlangga pada tahap grand final.

Informasi selengkapnya dapat di akses di hmitlunair.blogspot.com

Ayo persiapkan karyamu! Tunjukkan kepada Indonesia!!!

Contact Person:
1. Untuk Mahasiswa
Bayyinah Rizki A. S.
No. HP: 081235648204
ID Line: bayyinahrizki

2. Untuk Siswa
Atikah Eria P.
No. HP: 081288897844
ID Line: atikahep

Selasa, 16 Agustus 2016

Merasa Benar Sendiri


Ketika saya memilih suatu jawaban dalam soal pilihan ganda, tentunya saya akan
memilih jawaban A (misalnya) dikarenakan menurut perhitungan, ingatan, dan analisa
saya jawabannya adalah A. Pastinya saya yakin dan merasa jawaban yang benar adalah A.
Tidak mungkin saya memilih jawaban A karena didasarkan 'merasa salah' ataupun hanya ingin berbeda kan?

Di tempat yang mengusung kebebasan berbicara, apabila saya melihat teman saya menjawab B
tentunya saya berhak menjelaskan pada teman saya dengan perhitungan, ingatan, dan analisa saya
bahwa jawaban yang benar adalah A.

Tentu saya tidak berhak menyerobot LJK teman saya tadi dan mengganti jawabannya menjadi A.
Tapi sayangnya, saya tidak memiliki kunci jawaban dari Dosen bahwa jawaban yang benar adalah A.


Sumber gambar : http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000007581627/agan-tau-ljk-inilah-tips-menghindari-kesalahan-menjawab-tips-ujian-pic/

Senin, 11 Juli 2016

Ekosentris


Perubahan lingkungan yang membawa dampak negatif terhadap bumi kita diakibatkan oleh permintaan berlebih manusia terhadap alam ini dan kemudahan dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Sederhananya manusia memandang objek selain dirinya sebagai pemenuh kebutuhan hidupnya.

Dahulu kala berkembang kepercayaan animisme yang memercayai bahwa objek selain manusia memiliki kehidupan.
“kepercayaan kepada roh yang mendiami semua benda (pohon, batu, sungai, gunung, dan sebagainya)”
-        Kbbi.web.id

Bukan hendak berbicara ini salah atau benar. Manusia mempercayai bahwa kehidupan yang mendiami adalah roh yang memiliki keistimewaan tertentu. Melalui kepercayaan seperti ini manusia menempatkan dirinya berada di bawah sistem tersebut. Oleh karena itu tidaklah berlebihan jika dahulu seringkali ditemukan ritual-ritual pemberian sajian tertentu.

Menganggap suatu objek atau sumber daya memiliki kekuatan tertentu, jangankan untuk memanfaatkan sumber daya tersebut bersikap terhadapnya-pun harus sangat berhati-hati.

Seiring berjalannya waktu manusia mengerti bahwa mereka memiliki superioritas terhadap objek lain di muka bumi. Menganggap dirinyalah yang memiliki hak untuk hidup di muka bumi. Egosentris, sebuah ke-ego-isan. 
Kelud

Hingga pada akhirnya dunia tersadar melalui (salah satunya) buku Silent Spring karya Rachel Carson yang menggambarkan dampak negative pestisida terhadap ekositem air dan tanah. Ego yang pada asalnya ditujukan untuk kesejahteraan manusia tersebut justeru berdampak buruk pada manusia sendiri.


Lalu dimanakah manusia harus menempatkan dirinya?
Di bawah ‘alam’, di atas ‘alam’, atau sejajar dengan ‘alam’?

Sabtu, 25 Juni 2016

Environment Festival 2016


HIMPUNAN MAHASISWA ILMU DAN TEKNOLOGI LINGKUNGAN UNAIR proudly presents:

[ENVIRONMENT FESTIVAL 2016]
LKTI NASIONAL 2016
Tingkat SMA/MA/SMK dan PTN/PTS
"Energi Alternatif Terbarukan untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals 2030"


Permasalahan dan kerusakan lingkungan akibat penggunaan bahan bakar fosil yang semakin meningkat dapat diminimalisir dengan mengganti sumber energi dengan alternatif lain. Pengembangan sumber energi alternatif diharapkan menghasilkan energi yang dapat digunakan dalam jangka panjang, serta mampu mengurangi pencemaran dan polusi yang dapat merusak lingkungan. Pengembangan sumber energi alternatif terbarukan juga akan mendukung terwujudnya salah satu goals dari SDGs (Sustainable Development Goals) 2030.

Kalian Pemuda Indonesia? Punya ide bagaimana mewujudkan salah satu goals dari SDGs? Kami siap menampung ide-ide kreatifmu. Segera daftarkan diri kalian!

Timeline:
30 Mei - 10 Agt 2016 Pengiriman abstrak
17 Agt 2016 Pengumuman tahap semifinal
20 Agt 2016 Batas konfirmasi pembuatan KTI
17 Agt - 15 Sep 2016 Pengumpulan dan pembayaran KTI
30 Sep 2016 Pengumuman tahap babak Final
29 Okt 2016 Presentasi 10 besar
30 Okt 2016 Pameran karya

Biaya pendaftaran:
1. Pengiriman tahap Gagasan tidak dipunggut biaya apapun
2. Peserta yang lolos tahap KTI melakukan biaya pendaftaran Rp. 150.000

Total Hadiah:
1. Jutaan Rupiah
2. Trophy
3. Sertifikat
4. KTI diterbitkan di Jurnal Nasional

Hasil penilaian 20 karya terbaik (10 dari mahasiswa dan 10 dari siswa) akan dipresentasikan kepada dewan juri dan dipamerkannya pada Pameran Karya Ilmiah di Universitas Airlangga pada tahap grand final.

Informasi selengkapnya dapat di akses di hmitlunair.blogspot.com

Ayo persiapkan karyamu! Tunjukkan kepada Indonesia!!!

Contact Person:
1. Untuk Mahasiswa
Bayyinah Rizki A. S.
No. HP: 081235648204
ID Line: bayyinahrizki

2. Untuk Siswa
Atikah Eria P.
No. HP: 081288897844
ID Line: atikahep