Selasa, 19 November 2013

Joki Ujian Nasional



UNAS,,, pernah kawan sekalian mengikuti National Exams yang satu itu? Jika pernah tentu juga sudah pernah mendengar tentang kunci jawaban yang bisa didapatkan secara gratis ataupun yang berbayar. Yang gratis kita bisa dapat menerimanya dari SMS, BBM dan lain sebagainya. yang berbayar dapat kita peroleh dari ‘toko mainan terdekat’.

Si Pensil Yang Tak Pernah Mengeluh
Sebelum menggerakkan scroll mouse lebih jauh ke bawah, di sini di point ini kita sudah sama-sama tahu bahwa joki kunci jawaban UNAS itu nyata adanya, ia bukanlah sebuah mitos atau hanyalah konspirasi makhluk yang tinggal di asteroid di antara Mars dan Jupiter. Bahkan untuk tingkat yang lebih jauh ia bukanlah sebuah rahasia Underground yang keberadaannya jauh dari kesadaraan kita
.

“Gerimis Yang Romantis”



Waktu itu sudah berlalu cukup lama, tapi masih teringat juga. Saat menghadiri sebuah acara Talk Show di tempat yang sederhana namun menancap di pikiran cukup lama. Tempatnya di SDIT Al Uswah Surabaya, jaraknya yang tidak terlalu jauh jadi penyemangat kenapa aku merasa harus datang kesana setelah mendapat pemberitahuan teman via Facebook.

Dengan pembicaranya yaitu kang Abik, atau lebih dikenal dengan Habiburahman El-Shirazy (salah tulis kah?). Seorang penulis yang kondang di negeri ini. Walau belum pernah ku sempatkan waktu membaca salah satu karyanya hingga kini. Entah mengapa walau sudah banyak teman sejawat yang sudah membaca karya beliau, belum juga menarik minat untuk membaca salah satu karyanya.

Saat itu musim penghujan sudah datang cukup lama, janji dibuat dengan beberapa teman yang meng-insya Allah-kan akan hadir pada acara itu. Saat itu seusai rapotan sehingga jadwal kosong. Namun, sayang beribu sayang. Hujan hadir cukup lebat menguatkan rasa malas. Namun teringat tekad untuk datang.

Ku menunggu kawan lain di masjid sekolah, menit berlalu batang hidung mereka belum tampak juga. Akhirnya datang sohibku seorang diri, yah mau bagaimana lagi tampaknya yang lain tidak jadi ikut. Cuaca belum membaik juga jalanan masih tergenang air di sana-sini, ditambah dengan siraman air yang tercipta dari hentakan roda mobil. Setengah celana basah, bajupun dalam keadaan lembab, dingin merasuk ke badan. Tapi ku sadari itu adalah salah satu kenikmatan yang tidak akan bisa dirasakan mereka yang tidak mau kehujanan.

Rabu, 13 November 2013

Belajar Itu Sederhana



Setelah dalam beberapa postingan saya sebelumnya yang cenderung curhat soal permasalahan-permasalahan yang dihadapi hampir setiap harinya di sekolah, saya sendiri hampir terlupa bagian yang tak kalah penting.Yaitu, bagaimana saya selama ini belajar.

Yah memang saya ini bukan siapa-siapa, artikel-artikel semacam ini justru untuk mengingatkan diri sendiri. Karena saat memberi masukan atau memberi kritik pada orang lain tidak lain kita juga belajar memenuhi masukan tadi bagi diri sendiri.

Dalam postingan sebelumnya saya sempat bingung tentang kondisi pendidikan di Indonesia. Ingin bilang kurang baik tapi Negara kita sering menyabet penghargaan di berbagai bidang olimpiade, tapi kalau membaca beberapa survey tentang masalah pendidikan ya ngeri juga.

Salah satunya adalah survey tentang tingkat membaca di kalangan pelajar Indonesia yang hanya berkisar 0,1% itu berarti di antara 1000 orang pelajar hanya 1 yang benar-benar membaca di bandingkan dengan Jepang yang mencapai 8%. 

Entah valid ataupun tidak datanya pun saya lupa dari mana, (dasar penulis ga bertanggung jawab hehe) tapi jika kita tilik maka data di atas tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di lapangan. Jarang mah orang mau baca buku isinya rumus kalo dia bukan seorang pelajar yang akan menghadapi ulangan, seleksi dan punya tugas.
 

Sandiwara Pelajar




Hai kawan tidakkah kalian tau siapa kita?
Kitalah pengisi kemerdekaan bangsa ini!
Tapi tidakkah kita sedang bersandiwara?
Menjadi pelajar yang bersenang hati.

Tidakkah kita sadar hanya berpura-pura belajar.
Untuk mengisi nilai pada ujian.
Tidakkah kau lihat tiap hari kita berjajar.
Maju menuju gedung penuh kurungan.

Tidakkah kau memperhatikan?
Gerbangnya yang dari besi.
Tidakkah kau melihat pula?
Pagarnya yang tinggi dengan duri.

Dengan para penjaga di gerbangnya.
Bingung ku cari alasan bila ditanya.
Kelasnya yang tertutup jeruji besi.
Hingga mengusir sang mentari.

Dua daun pintu yang ditutup.
Dari pagi hingga petang.
Buat hati makin menciut.
Menerima materi banyaknya bukan kepalang.

Tidakkah kita sudah sering merasa?
Terpenjara oleh sekolah-sekolah kita.
Wajah-wajah belajar, wajah-wajah di penjara.
Sungguh taukah kau apa bedanya?

Angka adalah sarapan, makan siang dan malam.
Nilai tujuan membedakan kasta.
Menghafal isi buku hingga mata lebam.
Menghadapi ulangan pun terbiasa berdusta.

Tidakkah kita bertanya untuk apa bersandiwara?

Inspirated by ...
12 Nov 13

Selasa, 05 November 2013

Jangan Mau Kerjain PR...




Sebelum menggerakkan scroll mouse ke bawah, mari kita ingat-ingat sejenak tugas dari sekolah atau PR apa saja yang masih belum kita kerjakan. Jika masih ada beberapa PR yang menumpuk kerjain dulu baru baca blog orang! Hehe, becandanya ga lucu.

OK, yang kita ingat-ingat adalah hal yang kita alami sehari-hari di bangku sekolah saja. Agan Sista berangkat ke sekolah jam berapa? Dalam perjalanan memakan waktu berapa menit? Sampai di sekolah jam berapa? Jika kawan bukanlah orang pertama yang hadir di kelas, apa yang biasanya temen-temen kita kerjain?

-          Baca buku pelajaran??? “Ah engga hari ini ga ada ulangankan, lo becanda kan!!?”
-          Olah raga?? “Ga mungkin juga, masih pagi kali kelihatan masih ada yang baru bangun.”
-          Duduk-duduk becanda sama pacarnya? “Kurang ajar banget tuh,,,pasti dia ga jomblo.”
-          Oh iya ngerjain PR!!!” Apa PR apa, halaman berapa yang bener aja, kapan dikumpulin, lo dah selese belum!”

Ya itulah yang biasa saya alami di kelas karena saya paling males ngerjakan PR jujur aja, bukan karena apa-apa sih, tapi karena males aja. Kalau kata temanku karena PR itu menyebalkan ia menyita waktu-waktu kita di rumah. Bayangin kita udah di sekolahselama 9 jam eh masih diberi PR pula.

Budaya Mencontek

Pagi hari itu terasa lebih bebas dan lebih menggembirakan dari biasanya, namun juga semakin mencekam. Ya, bebas karena jam masuk dan jam pulang sekolah lebih dekat karena ulangan. Lalu mencekam tentu saja karena ulangan. Jam masih menunjukkan waktu setengah jam sebelum waktu ulangan dimulai murid-murid saling bergerombol mendiskusikan masalah yang mereka hadapi untuk menghadapi ulangan.

Salah satu siswi mengeluhkan, “Haduh, aku lho belum hafal rumusnya.” Ada juga yang berkata, “Tadi malam aku ga bisa belajar loh.” Dengan ekspresi wajah yang memelas, ada pula yang berbangga-bangga, “haha aku ga belajar.” Di sekitar murid-murid lain yang membahas beberapa macam rumus. 

Kemudian masuklah seorang anak, bagai pembawa berita yang sudah disiagakan dengan mata yang tampak berbinar dan ekspresi semangat. Setelah mengambil nafas ia berteriak ke seantero kelas “Eh, temen-temen yang jaga Pak Anu.”

Detik pertama…
Detik kedua…
Detik ketiga…

Rabu, 16 Oktober 2013

Sudah Terima Saja Kawan...

Capek aku bu!!
Dalam diskusi dengan teman-teman saya tidak jarang saya temui beberapa siswa teman saya yang mengeluhkan mengenai mata pelajaran yang di suguhkan setiap harinya. Sebagai salah satu contoh di sini adalah 'curhatan' teman saya yang mengambil jurusan IPA.

Pernah dia mengeluhkan tentang banyaknya mata pelajaran yang harus dia ambil. Tentu dia tahu itu ketika sudah memantapkan diri masuk dalam jurusan IPA. Yang tidak habis pikir walaupun sudah mengambil pelajaran IPA tetap saja dia dan kita semua harus menerima mata pelajaran non-IPA saya coba sebut di sini satu persatu.

Rabu, 25 September 2013

Perbedaan Daur Sampah

                        Kebanyakan dari kita menggunakan istilah daur ulang untuk, misal tas dari sampah plastik, atau baju dari sampah yang kita lihat pada peringatan hari sampah. Bukannya merendahkan saya sendiri belum bisa membuat karya seperti itu. Tapi jika menilik lambang daur ulang yang berupa seperti siklus maka hal seperti itu bukan daur ulang...

Botol Yang Langsung Jadi Sampah

Gambar pertama menunjukkan botol plastik yang langsung dibuang dan menjadi pencemar lingkungan.

Daur Susut
Gambar ke dua menunjukan sampah yang di olah menjadi kerajinan tangan,, pertanyaannya jika kerajinan itu rusak maka??? Pun untuk membuat kerajinan seperti itu dipilihi sampah yang layak pakai saja. Secara konsep ini bukan daur ulang. melainkan daur susut yang hanya memperlambat proses penimbunan sampah.

Daur Ulang
Gambar ke tiga lah yang secara konsep memenuhi daur ulang,,, ini berupa siklus yang berarti bisa dikatakan "abadi" botol air yang dibuang bisa menjadi botol air lagi.



Sabtu, 21 September 2013

Give Me Some Sunshine Indonesia Translated

Give Me Some Sunshine Ost. "3 Idiots"

Kami terus menjalani hidup yang tak lengkap sampai sekarang,
Biarkan kami hidup seutuhnya untuk sementara sekarang.



Kami terus menjalani hidup yang tak lengkap sampai sekarang,
Biarkan kami hidup seutuhnya untuk sementara sekarang.



Kami terus menjalani hidup yang tak lengkap sampai sekarang,
Biarkan kami hidup seutuhnya untuk sementara sekarang.



Na na nana...
Na na nana...




Berikan aku secercah cahaya mentari,
Berikan aku setetes hujan,
Beri aku kesempatan lagi ku ingin berhasil sekali lagi.



Berikan aku secercah cahaya mentari,
Berikan aku setetes hujan,
Beri aku kesempatan lagi ku ingin berhasil sekali lagi.

 
Berat buku-buku telah membengkokkan pundak kami,
Ayahku mengajari bagaimana untuk menyuapku,
Jika nilaiku mencapai 99% biasanya ku mendapat jam sebagai hadiah,
Jika tidak aku dipukul dengan tongkat sebagai hukuman.

Tanganku telah mendidih 


Karena menulis fungsi formula alfa, beta, gamma,
Konsentrasi asam sulfat telah membakar seluruh masa kecilku.

Kami telah kehilangan masa kecil kami!
Selagi muda, sekarang biarkan kami hidup untuk sementara.


Kami telah kehilangan masa kecil kami!
Selagi muda, sekarang biarkan kami hidup untuk sementara.


Berikan aku secercah cahaya mentari,
Berikan aku setetes hujan,
Beri aku kesempatan lagi ku ingin berhasil sekali lagi.




Kamis, 12 September 2013

Diantara Dua Hati : Persaingan atau Kerja Sama


 Sebagai pelajar khususnya kawan sekalian yang sedang mengejar suatu target anggap sahaja seperti menjadi ranking 1 dikelas, atau masuk kelas unggulan, atau masuk sekolah negeri maupun PTN favourit. Tentunya kalian sadar bahwa kawan sekalian akan menghadapi competitor (lawan atau pesaing dengan kata lain), tentunya juga kawan sekalian sadar bahwa tidak semua anak yang sekelas dan berharap menjadi yang nomor 1 dikelas maka akan bisa mendapatkan impiannya (terkecuali di sekolah impian).

Yah begitulah yang kita hadapi sekarang, suatu system yang kasarnya (menurut ane) akan menindas yang lemah dan menomor satukan yang menang atau dalam artikel ini akan ane sebut persaingan. Salahkah  persaingan tersebut?  Sebelumnya jika salah kenapa bisa dianut oleh orang sedunia, jika salah pula kenapa di sebagian kolom motivasi disebutkan bahwa kita harus menjadi pemenang dalam persaingan? Tentu tidak salah hanya saja ane kurang sreg (pas di hati) pada beberapa hal.

Contohnya ya persaingan seperti yang disebutkan di awal-awal. Tujuan dari bersekolah adalah untuk belajar. Untuk belajar kenapa harus bersaing? Kenapa harus menjadi yang nomor satu dalam proses pembelajaran? Bukankah belajar itu suatu proses yang sama-sama kita lakukan (ga tanya).

Sabtu, 31 Agustus 2013

Saat Jam Pelajaran Itu Juga Pendidikan?



Apabila kita mencari tahu tentang pendidikan di Indonesia maka kesan apa yang akan hadir dalam benak kita? Kita bisa bertanya ke siapa saja mahu ke orang tua, teman sejawat kita, para guru, pengamat pendidikan ataupun kotak ajaib bernama Google search engine.

Setelah bertanya pada orang-orang  diatas maka banggakah kita atau kita malah menanggapi dengan nada pesimis yang menyuarakan “Ah andai saja aku bisa bersekolah di negeri orang.” Atau “Enaknya anak-anak di negeri itu.”.

Binguung Blog atau Website?? (Tugas TIK)


Bagi kawan-kawan yang awam juga jarang dalam dunia internet pastinya cukup kesulitan untuk membedakan antara Website dan Blog, bahkan untuk usia blog ane annasaja.blogspot.com yang kesekian tahun ini tetap saja belum bias menjelaskan secara gamblang mengenai perbedaan keduanya apa mungkin karena setali dua uang ya?

Ane cari menurut beberapa artikel. Eh, malah semakin bingung juga, karena yang dijelaskan menurut ane adalah fungsi turunan dari blog atau Website tersebut. Ok kembali ke topic mengenai perbedaan keduanya. Untuk itu kita awali bahasan dengan menarik sebuah benang merah yang berupa definisi dari masing-masing.

Sabtu, 03 Agustus 2013

1 Litre no Namida



Kawan sekalian penyuka drama Asia??? Kalau iya mungkin sudah mengetahui drama yang satu ini. Sebenarnya ane bukan penggemar serial beginian tapi kalau ceritanya bagus dan tidak terlalu lama ya pantas lah di tonton. (Ga ada yang tanya kali).

Kembali ke 1 Rittoru no Namida, drama yang satu ini berkisah tentang Ikeuchi Aya seorang gadis 15 tahun yang bisa dibilang memiliki kehidupan ideal mulai dari memiliki keluarga yang saling mendukung ayahnya seorang penjual tahu sedang ibunya Shiuka Ikeuchi seorang konsultan kesehatan. Bersekolah di sekolah Higashiku yang sudah cukup terpandang (sekolah favourit). Aktif dalam Club Basket. Teman yang banyak. Ketua kelas. Dan sebagainya.

Kisah dimulai ketika satu persatu variable kehidupa idealnya ditantang oleh penyakit Spinocelebelar Degeneration kurang lebih mengalami disfungsi organ-organ motorik yang diawali dengan hilangnya keseimbangan berjalan, pandangan yang mulai memudar, kesulitan mengunyah, kesulitan berbicara hingga akhirnya berujung pada kelumpuhan total. Tragisnya hal ini tidak terjadi dalam hitungan hari melainkan bertahun-tahun untuk kasus Aya perkembangan penyakit ini tergolong cepat. Itupun Aya harus berjuang melawan penyakit ini selama 10 tahun. Hingga tutup usia pada 25 tahunan.

Jumat, 26 Juli 2013

Nyamuk-Nyamuk Kamikaze


Bila dikatakan sebuah tindakan Genosida atau pembantaian terhadap suatu etnis ataupun ras dilarang maka tidak sama halnya apabila genosida dilakukan manusia terhadap spesies lain yang hidup dimuka bumi sebut saja teman kecil kita yaitu nyamuk.

Iya nyamuk tentu 7,2 Milyar (fiktif, lebay) manusia rasanya tidak akan merasa asing akan keberadaan Insecta yang satu ini mengingat ia dapat dijumpai dimana-mana terutama yang beriklim panas sedang seperti daerah yang berada disepanjang ekuator atau garis khatulistiwa.

Mosquito bukan Mosque

Jumat, 19 Juli 2013

Transportasi Negara Maju Itu…



Sebuah kutipan yang cukup menarik saya temui di salah satu forum Facebook sebenarnya kutipan ini sangat sederhana pun juga tidak 100% kebenarannya tapi sudah cukup untuk menggambarkan bagaimana Negara maju itu.

Kutipannya seperti berikut ini
“Sebuah Negara yang maju bukanlah Negara yang dimana orang miskinnya memiliki mobil -pribadi- melainkan dimana orang kayanya menggunakan transportasi umum.”
Bagi saya kutipan diatas sangat benar dengan apa yang sering kita baca tentang kebiasaan Negara-negara maju.

1.       Adalah hal yang tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa pengguna transportasi umum (yang saya amati di Surabaya) adalah mereka yang penampilannya mencerminkan ekonomi menengah hingga menengah ke bawah. Coba saja kalau tidak percaya sekali-kali cobalah menggunakan angkutan kota. Maka lihatlah sendiri bagaimana ‘kondisi’ para penggunanya.

Minggu, 02 Juni 2013

Teknologi Awal



·         Pengertian teknologi sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan atau memenuhi kebutuhan maupun barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Menyebabkan luasnya cakupan teknologi mengingat manusia selalu memiliki kebutuhan dan mencari cara untuk mempermudah pemenuhan kebutuhannya dengan berpikir hingga menghasilkan suatu sarana (dalam hal ini ‘alat’). 

·         Maka dengan perngetian seperti ini ‘generasi’ terawal manusiapun sudah bisa menghasilkan suatu teknologi yang merupakan produk peradaban mereka. Bahkan suatu jenis burung di Afrika mampu menggunakan batu untuk memcahkan telur yang menjadi sumber makanan mereka, dalam tingkat yang lebih tinggi Simpanse mampu menggunakan tongkat untuk meraih serangga-serangga yang merupakan makanan mereka. Ini merupakan kenyataan bahwa hewan pun bisa menggunakan teknologi namun hanya spesies manusia sajalah yang mampu menerapkan teknologi hingga tingkat yang ekstrem hingga mampu merubah kebiasaan hidup mereka. Bukti historis tentang teknologi pada masa awal spesies manusia dapat kita peroleh dengan bantuan disiplin ilmu Paleontologi dan Arkeologi dengan metode Carbon 14.
 
Ilustrasi
Sejarah teknologi terekam dalam ilmu Paleontologi dimana hasil galian menunjukan adanya teknologi primitive yang telah digunakan oleh hominid gelombang pertama yaitu Australiopithecus yang ditemukan di Afrika dengan masa hidup antara 1 sampai 4 juta tahun silam.

Minggu, 12 Mei 2013

About Free Sex



Many people or almost every people think that Free Sex dangerous because it can spread AIDS, it caused abortion, then we will get a great sin if we do it.
But if someday later the AIDS can be cure. Is that mean we can do Free Sex freely??? Of course NOT.




My religion is forbid us to do Free Sex but what lesson can we get???
There are some points that I want to give.
First, Sex or in a Biological studies we call it generative reproduction is an activity to regenerate new generation for support our existence as biological creature in the earth.

Kamis, 11 April 2013

Belajar Dari Fisika



“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.” (HR Ibnu Majah)

Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan hadits diatas, apaligi jika kita sering mengikuti Majlis Ilmu yang berupa kajian, diskusi, seminar , dsb. Dan ilmu itu sendiri adalah sangat beragam mulai dari ilmu agama, ilmu social, ilmu eksakta (matematika, kimia, fisika), ilmu kedokteran, ilmu teknologi komunikasi, dll.

Setelah menguntamakan ilmu agama tentu sangat tidak ada salahnya apabila kita ikut mempelajari ilmu-ilmu yang lain.
Fisika misalnya, mungkin bagi sebagian besar pelajar (termasuk penulis) di Indonesia fisika termasuk pelajaran yang menjadi bayangan kelam untuk memperoleh nilai-nilai yang memuaskan. Lantaran begitu banyaknya rumus-rumus yang berlaku. Untuk menghitung ketetimbangan torsi  pada tangga yang bersandar saja berlaku , gaya normal, gaya gesek, koefisien kinetic.

Selasa, 01 Januari 2013

Birrul Walidain dan Bakti Padanya


Pada liburan semester tahun ini ada sebuah keganjalan di hati dan pikiran. Sebuah pertanyaan yang tidak kuketahui apa itu…

Dan pada akhirnya kudapatkan ketika menonton salah satu episode talkshow Hitam Putih di trans7. Yang pada waktu itu mengangkat tema ‘Hari Ibu’, pada akhir acara seperti biasa Dedi Corbuzier memberi sebuah kutipan. Aku tidak terlalu ingat bagaimana persisnya tapi kurang lebih adalah… kita biasa mengetahui bahwa anak adalah titipan Tuhan tapi ada suatu masa dimana orang tua terus menua dan kehilangan beberapa kemampuannya sehingga kembali menjadi ‘anak kecil’ yang harus kita rawat dan pada saat itulah berlaku ‘Orang Tua adalah titipan Tuhan’.

Itulah hal yang kurenungi belakangan ini, bagaimana jika pada saat itu aku terlalu sibuk dengan urusanku sendiri hingga meninggalkan bakti pada orang tua???

Birul Walidain biasa kita menyebutnya, berbakti pada orang tua amalanya. Merupakan salah satu syari’at agama kita ini ‘Islam’ sudah semenjak kecil kita disuguhi tentang materi ini. Tapi tak ada ruginya bukan jika ku tulis lagi??? Semoga bermanfaat bagi pengunjung dan pembaca sekalian.

Yang menjadi dalil pokok, kuanggap adalah pada QS Al-Israa’ ayat 23-25

Selasa, 19 November 2013

Joki Ujian Nasional



UNAS,,, pernah kawan sekalian mengikuti National Exams yang satu itu? Jika pernah tentu juga sudah pernah mendengar tentang kunci jawaban yang bisa didapatkan secara gratis ataupun yang berbayar. Yang gratis kita bisa dapat menerimanya dari SMS, BBM dan lain sebagainya. yang berbayar dapat kita peroleh dari ‘toko mainan terdekat’.

Si Pensil Yang Tak Pernah Mengeluh
Sebelum menggerakkan scroll mouse lebih jauh ke bawah, di sini di point ini kita sudah sama-sama tahu bahwa joki kunci jawaban UNAS itu nyata adanya, ia bukanlah sebuah mitos atau hanyalah konspirasi makhluk yang tinggal di asteroid di antara Mars dan Jupiter. Bahkan untuk tingkat yang lebih jauh ia bukanlah sebuah rahasia Underground yang keberadaannya jauh dari kesadaraan kita
.

“Gerimis Yang Romantis”



Waktu itu sudah berlalu cukup lama, tapi masih teringat juga. Saat menghadiri sebuah acara Talk Show di tempat yang sederhana namun menancap di pikiran cukup lama. Tempatnya di SDIT Al Uswah Surabaya, jaraknya yang tidak terlalu jauh jadi penyemangat kenapa aku merasa harus datang kesana setelah mendapat pemberitahuan teman via Facebook.

Dengan pembicaranya yaitu kang Abik, atau lebih dikenal dengan Habiburahman El-Shirazy (salah tulis kah?). Seorang penulis yang kondang di negeri ini. Walau belum pernah ku sempatkan waktu membaca salah satu karyanya hingga kini. Entah mengapa walau sudah banyak teman sejawat yang sudah membaca karya beliau, belum juga menarik minat untuk membaca salah satu karyanya.

Saat itu musim penghujan sudah datang cukup lama, janji dibuat dengan beberapa teman yang meng-insya Allah-kan akan hadir pada acara itu. Saat itu seusai rapotan sehingga jadwal kosong. Namun, sayang beribu sayang. Hujan hadir cukup lebat menguatkan rasa malas. Namun teringat tekad untuk datang.

Ku menunggu kawan lain di masjid sekolah, menit berlalu batang hidung mereka belum tampak juga. Akhirnya datang sohibku seorang diri, yah mau bagaimana lagi tampaknya yang lain tidak jadi ikut. Cuaca belum membaik juga jalanan masih tergenang air di sana-sini, ditambah dengan siraman air yang tercipta dari hentakan roda mobil. Setengah celana basah, bajupun dalam keadaan lembab, dingin merasuk ke badan. Tapi ku sadari itu adalah salah satu kenikmatan yang tidak akan bisa dirasakan mereka yang tidak mau kehujanan.

Rabu, 13 November 2013

Belajar Itu Sederhana



Setelah dalam beberapa postingan saya sebelumnya yang cenderung curhat soal permasalahan-permasalahan yang dihadapi hampir setiap harinya di sekolah, saya sendiri hampir terlupa bagian yang tak kalah penting.Yaitu, bagaimana saya selama ini belajar.

Yah memang saya ini bukan siapa-siapa, artikel-artikel semacam ini justru untuk mengingatkan diri sendiri. Karena saat memberi masukan atau memberi kritik pada orang lain tidak lain kita juga belajar memenuhi masukan tadi bagi diri sendiri.

Dalam postingan sebelumnya saya sempat bingung tentang kondisi pendidikan di Indonesia. Ingin bilang kurang baik tapi Negara kita sering menyabet penghargaan di berbagai bidang olimpiade, tapi kalau membaca beberapa survey tentang masalah pendidikan ya ngeri juga.

Salah satunya adalah survey tentang tingkat membaca di kalangan pelajar Indonesia yang hanya berkisar 0,1% itu berarti di antara 1000 orang pelajar hanya 1 yang benar-benar membaca di bandingkan dengan Jepang yang mencapai 8%. 

Entah valid ataupun tidak datanya pun saya lupa dari mana, (dasar penulis ga bertanggung jawab hehe) tapi jika kita tilik maka data di atas tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di lapangan. Jarang mah orang mau baca buku isinya rumus kalo dia bukan seorang pelajar yang akan menghadapi ulangan, seleksi dan punya tugas.
 

Sandiwara Pelajar




Hai kawan tidakkah kalian tau siapa kita?
Kitalah pengisi kemerdekaan bangsa ini!
Tapi tidakkah kita sedang bersandiwara?
Menjadi pelajar yang bersenang hati.

Tidakkah kita sadar hanya berpura-pura belajar.
Untuk mengisi nilai pada ujian.
Tidakkah kau lihat tiap hari kita berjajar.
Maju menuju gedung penuh kurungan.

Tidakkah kau memperhatikan?
Gerbangnya yang dari besi.
Tidakkah kau melihat pula?
Pagarnya yang tinggi dengan duri.

Dengan para penjaga di gerbangnya.
Bingung ku cari alasan bila ditanya.
Kelasnya yang tertutup jeruji besi.
Hingga mengusir sang mentari.

Dua daun pintu yang ditutup.
Dari pagi hingga petang.
Buat hati makin menciut.
Menerima materi banyaknya bukan kepalang.

Tidakkah kita sudah sering merasa?
Terpenjara oleh sekolah-sekolah kita.
Wajah-wajah belajar, wajah-wajah di penjara.
Sungguh taukah kau apa bedanya?

Angka adalah sarapan, makan siang dan malam.
Nilai tujuan membedakan kasta.
Menghafal isi buku hingga mata lebam.
Menghadapi ulangan pun terbiasa berdusta.

Tidakkah kita bertanya untuk apa bersandiwara?

Inspirated by ...
12 Nov 13

Selasa, 05 November 2013

Jangan Mau Kerjain PR...




Sebelum menggerakkan scroll mouse ke bawah, mari kita ingat-ingat sejenak tugas dari sekolah atau PR apa saja yang masih belum kita kerjakan. Jika masih ada beberapa PR yang menumpuk kerjain dulu baru baca blog orang! Hehe, becandanya ga lucu.

OK, yang kita ingat-ingat adalah hal yang kita alami sehari-hari di bangku sekolah saja. Agan Sista berangkat ke sekolah jam berapa? Dalam perjalanan memakan waktu berapa menit? Sampai di sekolah jam berapa? Jika kawan bukanlah orang pertama yang hadir di kelas, apa yang biasanya temen-temen kita kerjain?

-          Baca buku pelajaran??? “Ah engga hari ini ga ada ulangankan, lo becanda kan!!?”
-          Olah raga?? “Ga mungkin juga, masih pagi kali kelihatan masih ada yang baru bangun.”
-          Duduk-duduk becanda sama pacarnya? “Kurang ajar banget tuh,,,pasti dia ga jomblo.”
-          Oh iya ngerjain PR!!!” Apa PR apa, halaman berapa yang bener aja, kapan dikumpulin, lo dah selese belum!”

Ya itulah yang biasa saya alami di kelas karena saya paling males ngerjakan PR jujur aja, bukan karena apa-apa sih, tapi karena males aja. Kalau kata temanku karena PR itu menyebalkan ia menyita waktu-waktu kita di rumah. Bayangin kita udah di sekolahselama 9 jam eh masih diberi PR pula.

Budaya Mencontek

Pagi hari itu terasa lebih bebas dan lebih menggembirakan dari biasanya, namun juga semakin mencekam. Ya, bebas karena jam masuk dan jam pulang sekolah lebih dekat karena ulangan. Lalu mencekam tentu saja karena ulangan. Jam masih menunjukkan waktu setengah jam sebelum waktu ulangan dimulai murid-murid saling bergerombol mendiskusikan masalah yang mereka hadapi untuk menghadapi ulangan.

Salah satu siswi mengeluhkan, “Haduh, aku lho belum hafal rumusnya.” Ada juga yang berkata, “Tadi malam aku ga bisa belajar loh.” Dengan ekspresi wajah yang memelas, ada pula yang berbangga-bangga, “haha aku ga belajar.” Di sekitar murid-murid lain yang membahas beberapa macam rumus. 

Kemudian masuklah seorang anak, bagai pembawa berita yang sudah disiagakan dengan mata yang tampak berbinar dan ekspresi semangat. Setelah mengambil nafas ia berteriak ke seantero kelas “Eh, temen-temen yang jaga Pak Anu.”

Detik pertama…
Detik kedua…
Detik ketiga…

Selasa, 22 Oktober 2013

Rabu, 16 Oktober 2013

Sudah Terima Saja Kawan...

Capek aku bu!!
Dalam diskusi dengan teman-teman saya tidak jarang saya temui beberapa siswa teman saya yang mengeluhkan mengenai mata pelajaran yang di suguhkan setiap harinya. Sebagai salah satu contoh di sini adalah 'curhatan' teman saya yang mengambil jurusan IPA.

Pernah dia mengeluhkan tentang banyaknya mata pelajaran yang harus dia ambil. Tentu dia tahu itu ketika sudah memantapkan diri masuk dalam jurusan IPA. Yang tidak habis pikir walaupun sudah mengambil pelajaran IPA tetap saja dia dan kita semua harus menerima mata pelajaran non-IPA saya coba sebut di sini satu persatu.

Sabtu, 28 September 2013

Rabu, 25 September 2013

Perbedaan Daur Sampah

                        Kebanyakan dari kita menggunakan istilah daur ulang untuk, misal tas dari sampah plastik, atau baju dari sampah yang kita lihat pada peringatan hari sampah. Bukannya merendahkan saya sendiri belum bisa membuat karya seperti itu. Tapi jika menilik lambang daur ulang yang berupa seperti siklus maka hal seperti itu bukan daur ulang...

Botol Yang Langsung Jadi Sampah

Gambar pertama menunjukkan botol plastik yang langsung dibuang dan menjadi pencemar lingkungan.

Daur Susut
Gambar ke dua menunjukan sampah yang di olah menjadi kerajinan tangan,, pertanyaannya jika kerajinan itu rusak maka??? Pun untuk membuat kerajinan seperti itu dipilihi sampah yang layak pakai saja. Secara konsep ini bukan daur ulang. melainkan daur susut yang hanya memperlambat proses penimbunan sampah.

Daur Ulang
Gambar ke tiga lah yang secara konsep memenuhi daur ulang,,, ini berupa siklus yang berarti bisa dikatakan "abadi" botol air yang dibuang bisa menjadi botol air lagi.



Sabtu, 21 September 2013

Give Me Some Sunshine Indonesia Translated

Give Me Some Sunshine Ost. "3 Idiots"

Kami terus menjalani hidup yang tak lengkap sampai sekarang,
Biarkan kami hidup seutuhnya untuk sementara sekarang.



Kami terus menjalani hidup yang tak lengkap sampai sekarang,
Biarkan kami hidup seutuhnya untuk sementara sekarang.



Kami terus menjalani hidup yang tak lengkap sampai sekarang,
Biarkan kami hidup seutuhnya untuk sementara sekarang.



Na na nana...
Na na nana...




Berikan aku secercah cahaya mentari,
Berikan aku setetes hujan,
Beri aku kesempatan lagi ku ingin berhasil sekali lagi.



Berikan aku secercah cahaya mentari,
Berikan aku setetes hujan,
Beri aku kesempatan lagi ku ingin berhasil sekali lagi.

 
Berat buku-buku telah membengkokkan pundak kami,
Ayahku mengajari bagaimana untuk menyuapku,
Jika nilaiku mencapai 99% biasanya ku mendapat jam sebagai hadiah,
Jika tidak aku dipukul dengan tongkat sebagai hukuman.

Tanganku telah mendidih 


Karena menulis fungsi formula alfa, beta, gamma,
Konsentrasi asam sulfat telah membakar seluruh masa kecilku.

Kami telah kehilangan masa kecil kami!
Selagi muda, sekarang biarkan kami hidup untuk sementara.


Kami telah kehilangan masa kecil kami!
Selagi muda, sekarang biarkan kami hidup untuk sementara.


Berikan aku secercah cahaya mentari,
Berikan aku setetes hujan,
Beri aku kesempatan lagi ku ingin berhasil sekali lagi.




Kamis, 12 September 2013

Diantara Dua Hati : Persaingan atau Kerja Sama


 Sebagai pelajar khususnya kawan sekalian yang sedang mengejar suatu target anggap sahaja seperti menjadi ranking 1 dikelas, atau masuk kelas unggulan, atau masuk sekolah negeri maupun PTN favourit. Tentunya kalian sadar bahwa kawan sekalian akan menghadapi competitor (lawan atau pesaing dengan kata lain), tentunya juga kawan sekalian sadar bahwa tidak semua anak yang sekelas dan berharap menjadi yang nomor 1 dikelas maka akan bisa mendapatkan impiannya (terkecuali di sekolah impian).

Yah begitulah yang kita hadapi sekarang, suatu system yang kasarnya (menurut ane) akan menindas yang lemah dan menomor satukan yang menang atau dalam artikel ini akan ane sebut persaingan. Salahkah  persaingan tersebut?  Sebelumnya jika salah kenapa bisa dianut oleh orang sedunia, jika salah pula kenapa di sebagian kolom motivasi disebutkan bahwa kita harus menjadi pemenang dalam persaingan? Tentu tidak salah hanya saja ane kurang sreg (pas di hati) pada beberapa hal.

Contohnya ya persaingan seperti yang disebutkan di awal-awal. Tujuan dari bersekolah adalah untuk belajar. Untuk belajar kenapa harus bersaing? Kenapa harus menjadi yang nomor satu dalam proses pembelajaran? Bukankah belajar itu suatu proses yang sama-sama kita lakukan (ga tanya).

Sabtu, 31 Agustus 2013

Saat Jam Pelajaran Itu Juga Pendidikan?



Apabila kita mencari tahu tentang pendidikan di Indonesia maka kesan apa yang akan hadir dalam benak kita? Kita bisa bertanya ke siapa saja mahu ke orang tua, teman sejawat kita, para guru, pengamat pendidikan ataupun kotak ajaib bernama Google search engine.

Setelah bertanya pada orang-orang  diatas maka banggakah kita atau kita malah menanggapi dengan nada pesimis yang menyuarakan “Ah andai saja aku bisa bersekolah di negeri orang.” Atau “Enaknya anak-anak di negeri itu.”.

Binguung Blog atau Website?? (Tugas TIK)


Bagi kawan-kawan yang awam juga jarang dalam dunia internet pastinya cukup kesulitan untuk membedakan antara Website dan Blog, bahkan untuk usia blog ane annasaja.blogspot.com yang kesekian tahun ini tetap saja belum bias menjelaskan secara gamblang mengenai perbedaan keduanya apa mungkin karena setali dua uang ya?

Ane cari menurut beberapa artikel. Eh, malah semakin bingung juga, karena yang dijelaskan menurut ane adalah fungsi turunan dari blog atau Website tersebut. Ok kembali ke topic mengenai perbedaan keduanya. Untuk itu kita awali bahasan dengan menarik sebuah benang merah yang berupa definisi dari masing-masing.

Sabtu, 03 Agustus 2013

1 Litre no Namida



Kawan sekalian penyuka drama Asia??? Kalau iya mungkin sudah mengetahui drama yang satu ini. Sebenarnya ane bukan penggemar serial beginian tapi kalau ceritanya bagus dan tidak terlalu lama ya pantas lah di tonton. (Ga ada yang tanya kali).

Kembali ke 1 Rittoru no Namida, drama yang satu ini berkisah tentang Ikeuchi Aya seorang gadis 15 tahun yang bisa dibilang memiliki kehidupan ideal mulai dari memiliki keluarga yang saling mendukung ayahnya seorang penjual tahu sedang ibunya Shiuka Ikeuchi seorang konsultan kesehatan. Bersekolah di sekolah Higashiku yang sudah cukup terpandang (sekolah favourit). Aktif dalam Club Basket. Teman yang banyak. Ketua kelas. Dan sebagainya.

Kisah dimulai ketika satu persatu variable kehidupa idealnya ditantang oleh penyakit Spinocelebelar Degeneration kurang lebih mengalami disfungsi organ-organ motorik yang diawali dengan hilangnya keseimbangan berjalan, pandangan yang mulai memudar, kesulitan mengunyah, kesulitan berbicara hingga akhirnya berujung pada kelumpuhan total. Tragisnya hal ini tidak terjadi dalam hitungan hari melainkan bertahun-tahun untuk kasus Aya perkembangan penyakit ini tergolong cepat. Itupun Aya harus berjuang melawan penyakit ini selama 10 tahun. Hingga tutup usia pada 25 tahunan.

Jumat, 26 Juli 2013

Nyamuk-Nyamuk Kamikaze


Bila dikatakan sebuah tindakan Genosida atau pembantaian terhadap suatu etnis ataupun ras dilarang maka tidak sama halnya apabila genosida dilakukan manusia terhadap spesies lain yang hidup dimuka bumi sebut saja teman kecil kita yaitu nyamuk.

Iya nyamuk tentu 7,2 Milyar (fiktif, lebay) manusia rasanya tidak akan merasa asing akan keberadaan Insecta yang satu ini mengingat ia dapat dijumpai dimana-mana terutama yang beriklim panas sedang seperti daerah yang berada disepanjang ekuator atau garis khatulistiwa.

Mosquito bukan Mosque

Jumat, 19 Juli 2013

Transportasi Negara Maju Itu…



Sebuah kutipan yang cukup menarik saya temui di salah satu forum Facebook sebenarnya kutipan ini sangat sederhana pun juga tidak 100% kebenarannya tapi sudah cukup untuk menggambarkan bagaimana Negara maju itu.

Kutipannya seperti berikut ini
“Sebuah Negara yang maju bukanlah Negara yang dimana orang miskinnya memiliki mobil -pribadi- melainkan dimana orang kayanya menggunakan transportasi umum.”
Bagi saya kutipan diatas sangat benar dengan apa yang sering kita baca tentang kebiasaan Negara-negara maju.

1.       Adalah hal yang tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa pengguna transportasi umum (yang saya amati di Surabaya) adalah mereka yang penampilannya mencerminkan ekonomi menengah hingga menengah ke bawah. Coba saja kalau tidak percaya sekali-kali cobalah menggunakan angkutan kota. Maka lihatlah sendiri bagaimana ‘kondisi’ para penggunanya.

Minggu, 02 Juni 2013

Teknologi Awal



·         Pengertian teknologi sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan atau memenuhi kebutuhan maupun barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Menyebabkan luasnya cakupan teknologi mengingat manusia selalu memiliki kebutuhan dan mencari cara untuk mempermudah pemenuhan kebutuhannya dengan berpikir hingga menghasilkan suatu sarana (dalam hal ini ‘alat’). 

·         Maka dengan perngetian seperti ini ‘generasi’ terawal manusiapun sudah bisa menghasilkan suatu teknologi yang merupakan produk peradaban mereka. Bahkan suatu jenis burung di Afrika mampu menggunakan batu untuk memcahkan telur yang menjadi sumber makanan mereka, dalam tingkat yang lebih tinggi Simpanse mampu menggunakan tongkat untuk meraih serangga-serangga yang merupakan makanan mereka. Ini merupakan kenyataan bahwa hewan pun bisa menggunakan teknologi namun hanya spesies manusia sajalah yang mampu menerapkan teknologi hingga tingkat yang ekstrem hingga mampu merubah kebiasaan hidup mereka. Bukti historis tentang teknologi pada masa awal spesies manusia dapat kita peroleh dengan bantuan disiplin ilmu Paleontologi dan Arkeologi dengan metode Carbon 14.
 
Ilustrasi
Sejarah teknologi terekam dalam ilmu Paleontologi dimana hasil galian menunjukan adanya teknologi primitive yang telah digunakan oleh hominid gelombang pertama yaitu Australiopithecus yang ditemukan di Afrika dengan masa hidup antara 1 sampai 4 juta tahun silam.

Minggu, 12 Mei 2013

About Free Sex



Many people or almost every people think that Free Sex dangerous because it can spread AIDS, it caused abortion, then we will get a great sin if we do it.
But if someday later the AIDS can be cure. Is that mean we can do Free Sex freely??? Of course NOT.




My religion is forbid us to do Free Sex but what lesson can we get???
There are some points that I want to give.
First, Sex or in a Biological studies we call it generative reproduction is an activity to regenerate new generation for support our existence as biological creature in the earth.

Kamis, 11 April 2013

Belajar Dari Fisika



“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.” (HR Ibnu Majah)

Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan hadits diatas, apaligi jika kita sering mengikuti Majlis Ilmu yang berupa kajian, diskusi, seminar , dsb. Dan ilmu itu sendiri adalah sangat beragam mulai dari ilmu agama, ilmu social, ilmu eksakta (matematika, kimia, fisika), ilmu kedokteran, ilmu teknologi komunikasi, dll.

Setelah menguntamakan ilmu agama tentu sangat tidak ada salahnya apabila kita ikut mempelajari ilmu-ilmu yang lain.
Fisika misalnya, mungkin bagi sebagian besar pelajar (termasuk penulis) di Indonesia fisika termasuk pelajaran yang menjadi bayangan kelam untuk memperoleh nilai-nilai yang memuaskan. Lantaran begitu banyaknya rumus-rumus yang berlaku. Untuk menghitung ketetimbangan torsi  pada tangga yang bersandar saja berlaku , gaya normal, gaya gesek, koefisien kinetic.

Selasa, 01 Januari 2013

Birrul Walidain dan Bakti Padanya


Pada liburan semester tahun ini ada sebuah keganjalan di hati dan pikiran. Sebuah pertanyaan yang tidak kuketahui apa itu…

Dan pada akhirnya kudapatkan ketika menonton salah satu episode talkshow Hitam Putih di trans7. Yang pada waktu itu mengangkat tema ‘Hari Ibu’, pada akhir acara seperti biasa Dedi Corbuzier memberi sebuah kutipan. Aku tidak terlalu ingat bagaimana persisnya tapi kurang lebih adalah… kita biasa mengetahui bahwa anak adalah titipan Tuhan tapi ada suatu masa dimana orang tua terus menua dan kehilangan beberapa kemampuannya sehingga kembali menjadi ‘anak kecil’ yang harus kita rawat dan pada saat itulah berlaku ‘Orang Tua adalah titipan Tuhan’.

Itulah hal yang kurenungi belakangan ini, bagaimana jika pada saat itu aku terlalu sibuk dengan urusanku sendiri hingga meninggalkan bakti pada orang tua???

Birul Walidain biasa kita menyebutnya, berbakti pada orang tua amalanya. Merupakan salah satu syari’at agama kita ini ‘Islam’ sudah semenjak kecil kita disuguhi tentang materi ini. Tapi tak ada ruginya bukan jika ku tulis lagi??? Semoga bermanfaat bagi pengunjung dan pembaca sekalian.

Yang menjadi dalil pokok, kuanggap adalah pada QS Al-Israa’ ayat 23-25